Ambulans Dikepung Israel, Tim Medis Palestina Jadi Korban

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada Minggu mengumumkan insiden serius di Kota Rafah, Gaza selatan. Pasukan Israel dilaporkan telah mengepung dan menghambat mobilisasi sejumlah ambulans PRCS di area yang menjadi target serangan udara, bahkan melukai beberapa paramedis mereka.

Organisasi kemanusiaan itu menjelaskan insiden tersebut dalam sebuah pernyataan. Mereka menegaskan, “Pasukan Israel telah memblokade pergerakan sejumlah ambulans Bulan Sabit Merah Palestina saat mereka merespons serangan di daerah Al-Hashashin, Rafah.”

PRCS selanjutnya menyebutkan bahwa beberapa tim medis darurat mengalami luka-luka. Namun, jumlah pasti korban maupun tingkat keparahan cedera mereka masih belum dapat dikonfirmasi.

Selain itu, Bulan Sabit Merah Palestina juga mengungkapkan bahwa kontak dengan tim mereka terputus setelah insiden itu, membuat para personel terjebak selama beberapa jam.

Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap sektor kesehatan di Gaza. Sejak memulai kampanye militer di wilayah tersebut, Israel berulang kali menargetkan fasilitas kesehatan, ambulans, dan tenaga medis. Tindakan ini secara signifikan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah mencapai tingkat sangat parah di wilayah kantong Palestina itu.

Baca Juga :  Rekomendasi Saham CPIN, INCO, SMRA: Raih Untung Rabu Ini!

Dalam konteks yang lebih luas, lebih dari 700 warga Palestina telah kehilangan nyawa, dan lebih dari 1.000 lainnya terluka dalam kampanye serangan udara mendadak oleh Israel di Gaza sejak Selasa lalu. Agresi ini telah membatalkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang sebelumnya berlaku sejak Januari.

Angka korban jiwa dan luka-luka di Gaza terus meningkat drastis. Sejak Oktober 2023, serangan militer brutal Israel di wilayah tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 50.000 warga Palestina, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Di samping itu, lebih dari 113.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Situasi kemanusiaan yang memburuk ini juga telah menarik perhatian hukum internasional. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant. Mereka menghadapi tuduhan serius berupa kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Gaza.

Baca Juga :  Tas KW Branded: Menteri UMKM Dorong Pengusaha Lokal Produksi!

Tak hanya itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). Gugatan ini diajukan sehubungan dengan serbuannya yang berkelanjutan di wilayah Jalur Gaza.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!