Investasi Aman: Jurus Warren Buffett Hadapi Pasar Saham Bergejolak

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 2 November 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investasi Aman: Jurus Warren Buffett Hadapi Pasar Saham Bergejolak

Investasi Aman: Jurus Warren Buffett Hadapi Pasar Saham Bergejolak

Pasar saham seringkali menyajikan tantangan layaknya perjalanan rollercoaster, terutama bagi investor pemula yang kebingungan mencari arah di tengah volatilitas. Namun, legenda investasi sekaligus pendiri Berkshire Hathaway, Warren Buffett, memiliki pedoman lugas untuk menavigasi kondisi pasar yang bergejolak, sebuah filosofi yang telah terbukti membentuk kekayaannya selama puluhan tahun.

Lantas, apa sebetulnya tips investasi dari sang Oracle of Omaha tersebut ketika pasar saham dilanda gejolak? “Aturan sederhana mengatur pembelian saya: Takutlah ketika orang lain serakah, dan serakahlah ketika orang lain takut,” tulis Buffett dalam sebuah opini untuk New York Times pada tahun 2008. Opini yang diterbitkan di tengah gejolak krisis keuangan global itu, seperti dikutip dari *CNBC*, Minggu (2/11/2025), menjelaskan mengapa ia konsisten membeli saham AS selama masa resesi.

Bagi Buffett, investasi adalah sebuah permainan jangka panjang, yang dimainkan selama beberapa dekade. Apabila Anda memiliki tujuan keuangan yang masih jauh, mengikuti filosofinya akan terasa sangat relevan. Ketika ketakutan investor lain mendorong harga saham merosot, ia menyarankan untuk tetap berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi secara luas dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Rapel Gaji Pensiunan ASN, TNI, Polri Cair November 2025: Cek Rekening!

Filosofi investasi Buffett ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah strategi yang berakar kuat pada pemahaman mendalam akan psikologi pasar. Di saat mayoritas investor panik dan menjual aset mereka di tengah ketidakpastian, menciptakan gelombang ketakutan yang menjatuhkan harga, Buffett justru melihatnya sebagai peluang emas. Ia menuturkan, ini adalah momen krusial untuk mengakumulasi aset berkualitas dengan valuasi yang jauh lebih menarik, sebuah langkah yang menuntut keberanian dan keyakinan akan prospek jangka panjang.

Secara historis, strategi investasi Buffett berhasil berkat tren kenaikan jangka panjang bisnis-bisnis di Amerika Serikat. Kekuatan pendorong pasar turun, tegasnya pada tahun 2008, seringkali bersifat sementara. “Kekhawatiran mengenai kemakmuran jangka panjang banyak perusahaan yang sehat di negara ini tidak masuk akal,” jelas Buffett. Ia menambahkan bahwa meskipun bisnis-bisnis ini akan mengalami penurunan pendapatan—seperti yang selalu terjadi—sebagian besar perusahaan besar akan mencetak rekor laba baru 5, 10, bahkan 20 tahun mendatang.

Baca Juga :  Lim Shrimp Ong Bidik Saham SMKM: Dampak Bagi Sumber Mas?

Sebagai bukti nyata, pada titik terendah pasar saham *bearish* tahun 2007 hingga 2009, indeks saham S&P 500 sempat mengalami kerugian lebih dari 50 persen. Kala itu, banyak investor panik dan menjual saham mereka karena takut keadaan akan semakin memburuk. Namun, Buffett justru menjadi serakah. Ia mengalihkan portofolio investasi pribadinya yang sebelumnya didominasi obligasi ke saham-saham AS. Benar saja, seiring waktu, bisnis-bisnis AS kembali menguntungkan, dan saham-saham pun merangkak naik ke level tertinggi baru.

Jelas, saat ini investor belum sepenuhnya panik. Namun, jika keadaan memburuk, mereka yang mengikuti strategi Buffett akan terus membeli saham secara konsisten, meskipun berita utama mulai memburuk. Lagipula, investor telah mengalami situasi seperti ini sebelumnya dan pada akhirnya berhasil mencapai kemakmuran. “Dalam jangka panjang, berita pasar saham akan baik,” tulis Buffett pada tahun 2008. Ia melanjutkan, “Pada abad ke-20, Amerika Serikat mengalami dua perang dunia dan konflik militer traumatis dan mahal lainnya: Depresi Besar, sekitar selusin resesi dan kepanikan keuangan, guncangan harga minyak, epidemi flu; dan pengunduran diri presiden yang dipermalukan. Namun, (indeks) Dow Jones naik dari 66 menjadi 11.497.”

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!