Rupiah Tertekan: Peluang atau Ancaman Investasi Pekan Depan?

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 31 Oktober 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Tertekan: Peluang atau Ancaman Investasi Pekan Depan?

Rupiah Tertekan: Peluang atau Ancaman Investasi Pekan Depan?

KanalHarian.com JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah masih diwarnai fluktuasi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Meskipun mencatatkan penguatan tipis pada akhir pekan, mata uang Garuda secara umum melemah dibandingkan posisi pekan sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (31/10), data Bloomberg menunjukkan rupiah sedikit menguat 0,03% menuju Rp 16.631 per dolar AS dari perdagangan hari sebelumnya. Namun, dalam rentang sepekan, rupiah tercatat melemah 0,17% dari posisi Rp 16.602 per dolar AS pada pekan lalu. Situasi serupa juga terekam pada kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), di mana rupiah menguat tipis 0,09% ke level Rp 16.625 per dolar AS dari perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, kurs Jisdor bahkan menunjukkan sedikit penguatan 0,03% dari Rp 16.630 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menuturkan bahwa pergerakan rupiah cenderung datar terhadap dolar AS pada hari Jumat. “Hal ini dipicu oleh kesepakatan tarif AS-China, namun tertekan penguatan dolar oleh menurunnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed pasca FOMC,” jelasnya kepada Kontan, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga :  Tas KW Branded: Menteri UMKM Dorong Pengusaha Lokal Produksi!

Sepanjang pekan ini, Lukman melanjutkan, dinamika penggerak nilai tukar rupiah murni berasal dari faktor eksternal. Pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump, meskipun sejatinya memberikan dukungan bagi rupiah, turut memperkuat dolar AS. Di sisi lain, hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari bank sentral AS, The Fed, justru secara eksklusif hanya mendukung penguatan mata uang Paman Sam. “Sedangkan, hasil FOMC hanya mendukung dolar AS,” imbuh Lukman.

Pengaruh kebijakan makroekonomi dari negara-negara adidaya ini memang seringkali menciptakan tarik ulur yang kompleks di pasar mata uang global, termasuk rupiah. Investor mencermati setiap sinyal kebijakan, mulai dari keputusan suku bunga hingga perkembangan perjanjian dagang, karena hal tersebut dapat secara langsung membentuk sentimen pasar dan arah pergerakan aset keuangan, termasuk nilai tukar mata uang. Kondisi ini membuat para pelaku pasar perlu mencerna informasi secara cermat untuk mengantisipasi potensi volatilitas di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  ANTM Jamin Pasokan Emas Batangan Aman: Investor Perlu Tahu!

Untuk proyeksi sepekan ke depan, Lukman Leong memandang pasar akan ramai dengan rilis data ekonomi domestik Indonesia, seperti data inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), dan neraca perdagangan. Sementara dari Amerika Serikat, ia menyebutkan akan ada data Institute for Supply Management (ISM) di sektor manufaktur dan jasa yang dijadwalkan pada hari Senin dan Rabu. Mengenai sentimen dari kesepakatan tarif perdagangan antara Tiongkok dan AS, Lukman menilai situasinya masih belum jelas lantaran belum ada rincian resmi dari kesepakatan tersebut. Namun demikian, jika ada konfirmasi lanjutan mengenai detail perjanjian, hal ini berpotensi menjadi pendorong signifikan bagi pergerakan rupiah.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp 16.450 hingga Rp 16.750 per dolar AS untuk sepekan mendatang.

Baca Juga :  Tragis! Pohon Tumbang Renggut Nyawa Pengemudi Lexus di Pondok Indah

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!