Chengdong Terus Jual Saham BUMI: Apa Dampaknya Bagi Investor?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chengdong Terus Jual Saham BUMI: Apa Dampaknya Bagi Investor?

Chengdong Terus Jual Saham BUMI: Apa Dampaknya Bagi Investor?

Investor kakap Chengdong Investment Corporation, entitas anak China Investment Corporation, kembali melanjutkan aksi jual saham emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Penjualan signifikan terbaru tercatat pada Selasa, 21 Oktober 2025, di mana perusahaan melepas 41.330.100 lembar saham BUMI, sebagaimana data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dirilis Kamis, 23 Oktober 2025.

Langkah divestasi tersebut menyebabkan kepemilikan Chengdong di BUMI berkurang menjadi 33.045.999.430 saham, atau setara dengan 8,9% dari total saham. Angka ini menyusut dari posisi sebelumnya yang mencapai 33.087.329.530 saham, atau 8,91%, pada Senin, 20 Oktober 2025. Penjualan ini merupakan bagian dari serangkaian aksi serupa yang telah dilakukan oleh investor raksasa tersebut.

Sebelumnya, Chengdong tercatat telah melego 3.713.353.900 saham BUMI dalam rentang waktu 12 Juni hingga 9 Oktober 2025. Saham-saham tersebut dilepas dengan harga rata-rata bervariasi antara Rp112,06 hingga Rp152,44 per lembar. Perusahaan juga sebelumnya telah menjual sekitar 2,53 miliar saham BUMI secara bertahap sejak Desember 2024 hingga Juni 2025, dengan kisaran harga mulai dari Rp108 hingga Rp143 per lembar.

Baca Juga :  Kantongi Restu Pemegang Saham, Paperocks (PPRI) Rombak Jajaran Direksi-Komisaris

Qingsong Zhang, Chairman dan Chief Executive Officer China Investment Corporation, menegaskan bahwa rangkaian penjualan saham ini bukan bagian dari *repurchase agreement*, sebuah kesepakatan transaksi efek jangka pendek dengan harga yang telah ditentukan. Ia menjelaskan, perusahaan tidak memiliki niat untuk mempertahankan pengendalian atas Bumi Resources. Dengan demikian, aksi jual saham oleh Chengdong diperkirakan akan berlanjut ke depannya.

“Penjualan saham BUMI oleh Chengdong telah menyebabkan persentase hak suara yang dimiliki oleh CIC di BUMI (melalui anak perusahaan tidak langsungnya sebagaimana dijelaskan lebih lanjut pada bagian 9 laporan ini di bawah ini) mencapai 8,99% pada tanggal 9 Oktober 2025 setelah penjualan 50.846.800 saham dengan harga rata-rata 145,42 pada tanggal tersebut,” tutur Zhang. Pernyataan ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi investasi yang lebih luas dari pihak Chengdong.

Baca Juga :  Nilai Aset Reksa Dana Saham Turun, Apa Penyebabnya?

Pergerakan strategis yang dilakukan oleh investor sekaliber Chengdong Investment Corporation ini mengirimkan sinyal kuat ke pasar. Keputusan untuk tidak lagi mempertahankan kendali, seiring dengan aksi jual yang berkesinambungan, dapat diinterpretasikan sebagai langkah diversifikasi portofolio atau penyesuaian strategi investasi jangka panjang di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Hal ini sekaligus memberikan gambaran mengenai dinamika kepemilikan saham di emiten-emiten besar, di mana investor institusi terus mengevaluasi posisi mereka berdasarkan prospek jangka panjang dan fundamental perusahaan.

Sementara itu, investor besar lain, UBS AG, juga melakukan aksi jual saham BUMI. Pimpinan Group Pelaporan Pemegang Saham APAC UBS AG, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, menjelaskan bahwa perusahaan menjual 588.905.500 saham BUMI pada Kamis, 9 Oktober 2025. Bank investasi asal Swiss ini melepas saham emiten pertambangan tersebut dengan harga Rp146,52 per lembar, sehingga total dana yang digelontorkan dari penjualan ini mencapai Rp86,29 miliar.

Baca Juga :  IHSG Koreksi? Menkeu Ungkap Strategi Hadapi Realisasi Keuntungan

UBS AG menuturkan, “UBS menjual saham untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien.” Akibat transaksi tersebut, kepemilikan UBS AG di BUMI kini menjadi 25.713.342.234 saham atau setara dengan 6,92% dari total saham. Jumlah ini turun dari 26.302.247.734 saham atau 7,08% yang mereka genggam sebelumnya.

Di tengah aksi divestasi dari dua investor kakap tersebut, saham BUMI di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat. Pada penutupan perdagangan, saham BUMI berada di level Rp136, naik 3,03% secara harian, dan telah membukukan pertumbuhan akumulatif sebesar 25,93% selama enam bulan terakhir.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. KanalHarian.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!