YouTube Rilis Alat Deteksi AI, Video Deepfake Palsu Akan Dihapus

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi YouTube Rilis Alat Deteksi AI, Video Deepfake Palsu Akan Dihapus (KanalHarian.com)

Ilustrasi YouTube Rilis Alat Deteksi AI, Video Deepfake Palsu Akan Dihapus (KanalHarian.com)

YouTube resmi meluncurkan teknologi baru untuk mendeteksi imitasi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) guna memerangi penyalahgunaan konten deepfake. Alat ini memberi wewenang kepada kreator untuk meminta penghapusan video yang menggunakan wajah atau suara mereka tanpa izin.

Fitur deteksi AI ini mulai diluncurkan secara bertahap kepada anggota Program Mitra YouTube, yang telah menerima notifikasi email, kata juru bicara perusahaan. Peluncuran ini adalah fase awal sebelum diperluas ke lebih banyak pengguna dalam beberapa bulan mendatang.

Kreator harus mengakses tab “Likeness” baru di dasbor mereka, lalu menyelesaikan verifikasi identitas menggunakan dokumen resmi dan video selfie. Setelah identitas terkonfirmasi, sistem YouTube akan otomatis melacak video yang mengandung kemiripan wajah atau suara kreator.

Pengguna kemudian dapat meninjau hasil temuan dan memutuskan tindakan, baik meminta penghapusan atas dasar privasi maupun memulai proses klaim hak cipta. YouTube menegaskan partisipasi ini bersifat sukarela dan data biometrik tidak akan disimpan permanen.

Baca Juga :  Oura Kembangkan Deteksi Hipertensi, Luncurkan Studi Saingi Apple Watch

Langkah ini dipicu oleh meningkatnya kasus penyalahgunaan AI generatif, seperti yang dialami YouTuber Jeff Geerling, yang suaranya dikloning AI oleh sebuah perusahaan untuk promosi produk. YouTube, menurut para analis, kini tidak hanya berperan sebagai platform distribusi, tetapi juga sebagai penjaga integritas identitas digital di era kecerdasan buatan, katanya.

Teknologi deteksi AI ini dikembangkan YouTube bekerja sama dengan Creative Artists Agency (CAA) dan sejalan dengan dukungan platform terhadap NO FAKES Act di AS. Di tengah era digital di mana yang nyata dan buatan sulit dibedakan, perlindungan identitas menjadi tantangan etika terbesar yang kini dihadapi platform global.

Berita Terkait

Implementasi Platform AI Enterprise dalam Transformasi Digital Perusahaan Manufaktur 2026
Silverfort, Solusi Perlindungan Aset Digital Terbaik di Era Ancaman Siber
QRIS: Jejak Digital Jadi Kunci Kredit, Peluang Baru Terbuka!
Bahaya Cesium-137: Pemerintah Amankan 426 Ton Limbah Nuklir!
Nokia Validasi Pivot AI, Kantongi $1 Miliar Investasi Strategis Nvidia
Menu Start Windows 11 Baru Diluncurkan Bertahap via Update Pratinjau
Firefox Perangi Ekstensi Mata-mata, Kebijakan Privasi Baru Berlaku 3 November
Intel Pangkas 35.500 Karyawan dalam 2 Tahun, Fokus Ramping dan Laba
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Implementasi Platform AI Enterprise dalam Transformasi Digital Perusahaan Manufaktur 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Silverfort, Solusi Perlindungan Aset Digital Terbaik di Era Ancaman Siber

Sabtu, 1 November 2025 - 16:16 WIB

QRIS: Jejak Digital Jadi Kunci Kredit, Peluang Baru Terbuka!

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:30 WIB

Bahaya Cesium-137: Pemerintah Amankan 426 Ton Limbah Nuklir!

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:33 WIB

Nokia Validasi Pivot AI, Kantongi $1 Miliar Investasi Strategis Nvidia

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!