Peneliti dari Universitas Tsinghua, Tiongkok, mengembangkan chip optik ultra-kecil bernama Yuheng yang mampu merevolusi pemetaan bintang. Chip optik Yuheng ini dapat memetakan 5.600 bintang dalam satu bidikan per detik dengan definisi 100 kali lebih tinggi dari teknologi spektroskopi astronomi terkemuka saat ini.
Tidak seperti perangkat konvensional yang memecah cahaya, Yuheng mengkodekan semua cahaya secara bersamaan menggunakan model unik dan kristal lithium niobate. Sebuah algoritma canggih kemudian menguraikan data tersebut untuk menciptakan spektrum penuh secara instan, mentransmisikan 73% cahaya tanpa kehilangan kecepatan.
Temuan yang diterbitkan di jurnal Nature ini menawarkan resolusi warna yang sangat tinggi, membedakan spektrum hingga 1/10 nanometer. Terobosan chip optik Yuheng ini dapat mempercepat misi pemetaan Bima Sakti dari 1.000 tahun menjadi kurang dari satu dekade.
Kemampuan chip optik Yuheng mengatasi trade-off klasik antara resolusi dan ukuran sensor membuka era baru dalam observasi astronomi berkecepatan tinggi. Teknologi ini memungkinkan teleskop di darat untuk mengumpulkan data spektral yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh instrumen laboratorium masif, mempercepat penemuan eksoplanet dan materi gelap, menurut peneliti.
Potensi chip ini melampaui astronomi, mencakup aplikasi medis untuk analisis jaringan non-invasif dan pemantauan kualitas tanah menggunakan drone. Teknologi ini juga sangat penting bagi mobil self-driving untuk membedakan permukaan jalan dan rintangan secara akurat dalam kondisi minim cahaya.
Meski masih dalam tahap awal pengembangan, chip optik Yuheng menandai lompatan besar dalam komputasi optik praktis. Keberhasilan integrasi teknologi ini pada teleskop Gran Telescopio Canarias di Spanyol akan menjadi pembuktian nyata kemampuannya mengubah cara manusia memandang alam semesta.






