GoPro resmi kembali ke pasar kamera video 360 derajat setelah enam tahun absen dengan meluncurkan GoPro Max 2. Model baru ini membawa tanggung jawab meluncurkan kembali merek tersebut dengan keunggulan resolusi “True 8K” dan desain ultra-kompak.
GoPro Max 2 diklaim sebagai kamera 360 paling ringkas di pasaran saat ini dengan bobot 195 gram, menggunakan gril aluminium untuk disipasi panas. Desain bodi karet dan lensa terpusat yang mudah diganti juga meningkatkan kepraktisan di lapangan.
Fokus utama ada pada kualitas video “True 8K” yang diklaim efektif tanpa kerugian resolusi signifikan saat penggabungan gambar. Dukungan perekaman 10-bit juga ditawarkan untuk kontrol warna yang lebih baik pada fase pasca-produksi profesional.
Sayangnya, kelemahan utama ditemukan pada pemotretan malam hari yang menghasilkan noise video tinggi akibat absennya mode malam khusus. Masalah serius juga terjadi pada manajemen panas, di mana perekaman statis di dalam ruangan dapat memangkas durasi baterai Enduro 1600mAh menjadi hanya 20 menit.
Persaingan di pasar 360, menurut pengamat teknologi, kini menuntut lebih dari sekadar resolusi tinggi, tetapi juga stabilitas perangkat lunak dan manajemen termal. Kembalinya GoPro Max 2 adalah langkah penting, namun harus segera mengejar ketertinggalan aplikasi desktop-nya yang masih terlalu mendasar dibandingkan kompetitor, katanya.
Peluncuran GoPro Max 2 ini menjadi titik awal baru bagi perusahaan untuk merebut kembali segmen 360 yang lama ditinggalkan. Jika GoPro mampu memperbaiki kelemahan perangkat lunak dan panas, kamera ini berpotensi menjadi alat profesional baru bagi kreator konten.






