Ratu bulu tangkis dunia, An Se-young, sekali lagi mengukuhkan posisinya sebagai tunggal putri nomor satu. Atlet asal Korea Selatan ini berhasil meraih gelar juara French Open 2025 pada Minggu (26/12/2025) di Glaz Arena, Cesson-Sevigne, Prancis, setelah melewati serangkaian laga sengit yang didominasi oleh perlawanan wakil-wakil China.
Kemenangan di turnamen Super 750 ini mempertegas dominasi An Se-young, yang akrab disapa ASY, di panggung bulu tangkis internasional. Sejak babak perempat final, jalannya menuju podium juara tidaklah mudah. Ia harus menghadapi kepungan para pebulu tangkis unggulan dari Tiongkok.
Perjalanan ASY dimulai dengan laga maraton di perempat final. Tunggal putri berusia 23 tahun itu memerlukan tiga gim untuk menaklukkan Gao Fang Jie, sosok yang sebelumnya menyingkirkan Gregoria Mariska Tunjung. Dengan skor akhir 17-21, 21-11, 21-18, ASY berhasil mengamankan tempat di babak selanjutnya.
Setelah melewati Gao Fang Jie, ASY dihadapkan pada ujian yang lebih berat di semifinal. Ia harus berhadapan dengan rival lamanya, Chen Yu Fei, dalam sebuah pertarungan sengit yang kembali berlangsung selama tiga set. ASY keluar sebagai pemenang dengan skor 23-21, 18-21, 21-16, menunjukkan ketahanan dan ketajaman mentalnya.
Sementara itu, partai semifinal lainnya juga menyajikan duel sesama wakil China antara Han Yue dan Wang Zhi Yi, yang akhirnya memuluskan langkah Zhi Yi ke partai puncak. Pertemuan ASY dengan Zhi Yi di final menjadi sorotan utama, menjanjikan laga yang penuh tensi.
Perjuangan An Se-young di French Open 2025, yang secara konsisten diwarnai dengan adangan dari para wakil China di setiap babak krusial, bukan hanya tentang meraih gelar juara. Ini adalah pernyataan tegas tentang supremasi dan ketangguhannya yang tak tertandingi di arena tunggal putri. Mampu menyingkirkan tiga pemain top dari satu negara yang dikenal akan kedalaman skuadnya—Gao Fang Jie, Chen Yu Fei, dan Wang Zhi Yi—menggarisbawahi kapasitasnya yang luar biasa. Fenomena ini seolah menegaskan bahwa An Se-young bukan sekadar juara biasa, melainkan figur yang telah menorehkan era baru dalam dominasi bulu tangkis tunggal putri dunia.
Pada laga pamungkas di Glaz Arena, ASY berhasil membantai Wang Zhi Yi dalam dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-7. Kemenangan telak tersebut tidak hanya memastikan gelar French Open 2025 di genggamannya, tetapi juga menjadi kemenangan pertama ASY atas Zhi Yi dalam tujuh pertemuan mereka di final.
Seketika, teriakan ASY menggema di arena setelah memastikan kemenangannya. Ia mengungkapkan kelegaan dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Saya tak bisa mengungkapkan emosi saya dengan kata-kata,” ujar ASY dikutip Juara.net dari BWF Badminton. Ia melanjutkan, “Saya bangga pada diri sendiri.” ASY pun menambahkan, “Keyakinan diri adalah senjata terbaik yang bisa Anda miliki saat-saat seperti itu.”
Selain tantangan dari para pesaing, ASY juga harus memulihkan kondisi fisiknya dengan cepat, terutama setelah duel melelahkan melawan Chen Yu Fei di semifinal. “Saya sedikit lebih muda dari Wang dan pemulihan saya cepat,” ucap An. Strategi ini, menurutnya, menjadi kunci. “Saya bersiap dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan, terus berlari, dan pantang menyerah.” Ia juga menekankan pentingnya akurasi, “Saya harus akurat dalam tembakan sudut saya,” pungkasnya.
Gelar French Open 2025 ini menandai gelar juara kesembilan ASY sepanjang tahun 2025. Konsistensi luar biasa ini menjadikan dominasinya nyaris tak tertandingi oleh para tunggal putri lainnya, menjaganya tetap kokoh di peringkat teratas BWF tunggal putri.
Untuk waktu dekat, An Se-young berencana untuk mengambil jeda sejenak dari kompetisi. Ia dipastikan akan absen dari Hylo Open 2025, memberikan kesempatan bagi tubuhnya untuk beristirahat setelah serangkaian turnamen yang intens.






