Kreator kuliner ternama, @anzu_oyatsu, baru-baru ini membagikan resep istimewa Pumpkin Scones, sebuah camilan manis khas Inggris yang juga sangat digemari di Jepang. Scone ini dikenal karena teksturnya yang lembut dan cita rasa mentega yang kaya. Resep inovatif ini memadukan gurihnya labu kuning dengan manisnya scone, menghasilkan aroma khas mentega yang memikat, dan sangat cocok untuk menemani minum teh di sore hari atau sebagai bekal sarapan yang praktis.
Popularitas scone labu kuning ini tidak lepas dari kemudahan pembuatannya di rumah, menjadikannya pilihan menarik bagi para penikmat kuliner. @anzu_oyatsu menuturkan bahwa rahasia utama di balik tekstur scone yang super lembut terletak pada penggunaan mentega tawar dingin serta teknik mengaduk adonan yang tidak berlebihan. Dua kunci ini memastikan scone memiliki remah yang sempurna dan tidak bantat.
Berikut adalah detail bahan-bahan yang diperlukan dan langkah-langkah pembuatannya, sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @anzu_oyatsu.
Bahan-bahan:
– 120 gram labu kuning (dikupas kulitnya)
– 50 gram butter (mentega tawar)
– 220 gram tepung serbaguna
– 8 gram baking powder
– 40 gram gula pasir
– Sejumput garam
– 1 butir telur (gunakan 40 gram untuk adonan, sisanya untuk olesan)
– 60-70 gram yogurt plain (sesuaikan dengan kadar air dari labu)
Langkah Persiapan:
1. Potong mentega tawar menjadi beberapa bagian kecil, lalu simpan di dalam kulkas agar tetap dingin dan padat. Ini krusial untuk tekstur scone.
2. Siapkan dan timbang semua bahan kering dengan presisi sesuai takaran yang tertera.
3. Potong labu kuning menjadi bagian-bagian kecil, kemudian kukus atau panaskan dalam microwave selama 3 menit pada daya 600 watt. Setelah labu melunak, haluskan dan biarkan hingga dingin sepenuhnya.
4. Campurkan semua bahan kering, meliputi tepung serbaguna, baking powder, gula pasir, dan sejumput garam, ke dalam sebuah wadah besar.
5. Masukkan potongan mentega dingin ke dalam campuran tepung. Selanjutnya, aduk perlahan menggunakan ujung jari seolah memotong mentega hingga terbentuk butiran-butiran lembut menyerupai remah roti.
Kunci utama di balik kelembutan scone ini, seperti dituturkan oleh @anzu_oyatsu, terletak pada penggunaan mentega tawar dingin dan kehati-hatian dalam mengaduk adonan. Metode ini, yang menghindarkan mentega meleleh terlalu cepat dan mencegah gluten berkembang berlebihan, adalah rahasia para pembuat kue profesional untuk mencapai tekstur remah yang sempurna dan ringan. Oleh karena itu, langkah-langkah sederhana ini menjadi esensial untuk mendapatkan scone yang tidak hanya lezat di lidah, tetapi juga memukau secara visual, seolah dibuat oleh tangan ahli.
6. Setelah itu, tambahkan labu kuning yang sudah dihaluskan, 40 gram telur, dan yogurt plain sedikit demi sedikit ke dalam adonan. Aduk perlahan hingga semua bahan menyatu dan adonan terbentuk. Hindari menguleni adonan terlalu lama agar scone tidak menjadi keras.
7. Diamkan adonan yang sudah terbentuk dalam kulkas selama minimal 1 jam. Proses pendinginan ini akan memudahkan Anda saat membentuk scone.
8. Giling adonan di atas permukaan datar yang telah ditaburi sedikit tepung. Kemudian, lipat dan ratakan adonan sebanyak tiga kali. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis yang akan menghasilkan tekstur scone yang empuk dan berserat.
9. Bentuk adonan menjadi persegi panjang dengan ukuran sekitar 20 x 10 cm, lalu potong menjadi 8 bagian scone yang seragam.
10. Olesi bagian atas setiap scone dengan sisa kocokan telur. Apabila tersedia, taburi sedikit biji labu sebagai hiasan tambahan untuk mempercantik tampilannya.
11. Panggang scone dalam oven yang telah dipanaskan pada suhu 200°C selama kurang lebih 18–20 menit, atau hingga permukaannya berwarna keemasan dan matang sempurna.
Pumpkin scones yang hangat siap untuk segera dinikmati. Sajian ini bisa disantap langsung atau dilengkapi dengan tambahan mentega, madu, atau selai favorit Anda. Teksturnya yang empuk dan aroma lembut mentega berpadu harmonis dengan rasa alami dari labu kuning, menghasilkan cita rasa yang menenangkan sekaligus elegan di setiap gigitan.






