PLTP Mataloko: Warga Wogo Tuntut Keterlibatan Penuh!

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTP Mataloko: Warga Wogo Tuntut Keterlibatan Penuh!

PLTP Mataloko: Warga Wogo Tuntut Keterlibatan Penuh!

Di tengah keindahan alam Flores yang memukau, Desa Wogo teguh menjaga warisan budayanya yang tak ternilai. Hans Baghi, tua adat setempat, dengan bangga menyuarakan komitmen masyarakatnya dalam melestarikan kampung adat mereka. Sejak tiga tahun terakhir, dukungan PT PLN (Persero) telah membawa angin segar bagi pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata budaya di Desa Wogo, seiring dengan rencana pemerintah melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di wilayah Ngada.

Dukungan PLN pertama kali dirasakan tiga tahun silam melalui pemasangan lampu penerangan di area parkir dan pemakaman umum. Bantuan ini kemudian berkembang dengan pembangunan tiga gazebo yang berfungsi sebagai ruang publik, termasuk satu di kantor desa, serta turut berkontribusi dalam pembangunan kantor desa itu sendiri. Kantor ini kini menjadi pusat kegiatan dan pelaporan yang vital bagi masyarakat.

Hans Baghi menjelaskan betapa pentingnya fasilitas tersebut bagi manajemen administrasi dan pelaporan di desa. “Dengan adanya kantor ini, kami bisa lebih praktis dalam manajemen dan pelaporan. Ini penting agar kampung adat kami tetap terjaga dan bisa berkembang,” tegas Hans, menunjukkan visi mereka untuk menjaga kelestarian adat sembari merangkul kemajuan.

Baca Juga :  Bihun Goreng Sosis: Resep Kilat, Sarapan Nikmat Sebelum Ngantor!

Selain infrastruktur fisik, PLN juga berperan dalam mendukung kegiatan sosial dan pengembangan potensi pariwisata. Dua unit televisi telah disediakan untuk kebutuhan masyarakat, sementara dukungan juga diberikan untuk program pembersihan kampung dan pengembangan jalur trekking menuju kampung lama. Jalur ini kini telah bertransformasi menjadi salah satu daya tarik wisata utama di Desa Wogo, membuka peluang baru bagi ekonomi lokal.

Menyadari potensi tersebut, Desa Wogo kini semakin gencar membuka homestay di rumah-rumah warga, siap menyambut para tamu dengan kehangatan khas Flores. Hans Baghi sangat berharap media dapat membantu mempromosikan keunikan kampung adat mereka. “Kalau tamu datang banyak, kami bisa buka lebih banyak rumah untuk homestay. Kami harap media bisa bantu promosikan kampung kami,” imbuh Hans, menggambarkan harapannya akan peningkatan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Terkait dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko yang menjadi perhatian banyak pihak, Hans menyampaikan adanya kekhawatiran dari sebagian masyarakat mengenai dampak negatif yang mungkin timbul. Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat adat tetap mendukung penuh program pemerintah. Hans meyakini bahwa setiap kebijakan yang diambil telah melalui kajian dan analisis yang matang demi kebaikan bersama.

Baca Juga :  Kulit Glowing Alami: 5 Resep Green Juice Rahasia

“Kami percaya pemerintah sudah memikirkan dampaknya. Kami sebagai masyarakat adat mendukung, apalagi selama ini kami sudah merasakan manfaatnya,” jelas Hans. Pernyataan Hans Baghi ini mencerminkan kearifan lokal yang mengedepankan keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Ia melihat bahwa proyek energi sebesar PLTP Mataloko bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga sebuah jembatan menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda, asalkan partisipasi dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Ini menjadi sebuah paradoks dukungan yang didasari oleh kepercayaan pada proses pemerintah dan pengalaman positif dari kolaborasi sebelumnya, menunjukkan bahwa masyarakat adat Flores mampu beradaptasi tanpa harus mengorbankan identitas mereka.

Lebih lanjut, Hans Baghi sangat menekankan pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek PLTP tersebut. Ia berharap anak-anak muda dari Desa Wogo dan desa adat sekitarnya dapat diberikan kesempatan sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Bahkan, ia telah mengusulkan kepada gubernur untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan geologi, sebuah langkah visioner agar generasi muda dapat langsung berkontribusi dalam proyek-proyek energi di daerah mereka sendiri, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Baca Juga :  Manfaat Unik Pilates untuk Tubuh Anda

Bobby Sitorus, Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, turut hadir dalam pertemuan hangat di Desa Wogo, menegaskan komitmen PLN. Ia menyatakan bahwa PLN akan terus mendukung masyarakat adat dan memastikan bahwa manfaat dari proyek energi, seperti PLTP Mataloko, bisa dirasakan langsung oleh warga terdampak. Langkah ini menunjukkan keseriusan PLN dalam memastikan keadilan distribusi manfaat pembangunan.

“Kita harus pastikan bonus produksi dari proyek ini sampai ke masyarakat yang terdampak langsung, bukan hanya ke pemerintah daerah,” tegas Bobby. Di sisi lain, Bobby juga mengajak media untuk secara aktif membantu mempromosikan Desa Wogo sebagai destinasi wisata budaya yang ramah, penuh kehangatan, dan kaya akan nilai-nilai adat.

Pertemuan yang sarat makna tersebut ditutup dengan suguhan kopi lokal dan umbi-umbian khas kampung, sebuah simbol kehangatan dan keterbukaan masyarakat adat Wogo. Harapan mereka sangat sederhana namun penuh arti: agar kampung adat tetap lestari, ekonomi masyarakat meningkat secara berkelanjutan, dan dukungan dari berbagai pihak terus mengalir demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Kenaikan Premi Asuransi Kesehatan Premium 2026, Apa yang Perlu Diketahui Nasabah?
Strategi Investasi Saham Blue Chip untuk Menghadapi Volatilitas Pasar Global 2026
Panduan Lengkap Asuransi Penyewa di Ohio, Lindungi Aset dan Ketenangan Anda
Resep Ayam Goreng Mentega: Ekspresikan Dirimu di Dapur!
Yogya Berduka: Wisata Keraton Libur, Raja Solo Wafat
Beras Premium Befood Sentra Ramos Hadir dengan Kemasan Baru!
Ketahanan Pangan: TNI AD Garap Ribuan Hektare Lahan Pertanian
Pangeran Andrew Jatuh: Kemenangan Virginia Giuffre Mengguncang Kerajaan

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:24 WIB

Kenaikan Premi Asuransi Kesehatan Premium 2026, Apa yang Perlu Diketahui Nasabah?

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Strategi Investasi Saham Blue Chip untuk Menghadapi Volatilitas Pasar Global 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Panduan Lengkap Asuransi Penyewa di Ohio, Lindungi Aset dan Ketenangan Anda

Senin, 3 November 2025 - 21:11 WIB

Resep Ayam Goreng Mentega: Ekspresikan Dirimu di Dapur!

Minggu, 2 November 2025 - 23:33 WIB

Yogya Berduka: Wisata Keraton Libur, Raja Solo Wafat

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!