
Laporan dari surat kabar China 163.com, yang disiarkan KanalHarian.com, mengungkapkan bahwa rencana Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk memisahkan diri dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kini mendapatkan dukungan luas dari banyak tim nasional. Langkah ini dipicu oleh ketidakpuasan JFA terhadap manajemen AFC serta serangkaian keputusan yang dinilai tidak adil.
Sebelumnya, JFA mempertimbangkan untuk meninggalkan AFC dan membentuk asosiasi sepak bola baru yang digadang-gadang bernama Konfederasi Sepak Bola Asia Timur. Jepang meyakini bahwa AFC sangat bergantung pada pendanaan dari Arab Saudi dan Qatar, sehingga badan sepak bola Asia itu kerap membuat keputusan-keputusan yang menguntungkan perwakilan dari kawasan Asia Barat.
Keputusan-keputusan tersebut berdampak signifikan pada tim-tim perwakilan Jepang. Mereka harus menempuh perjalanan yang amat jauh untuk berkompetisi, sebuah kerugian yang musim lalu dialami oleh Yokohama Marinos dan Kawasaki Frontale. Jarak tempuh yang memakan waktu dan biaya besar ini dinilai mengurangi daya saing tim.
Baru-baru ini, Timnas Indonesia juga merasakan kerugian serupa ketika harus melakoni laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi. Situasi semakin diperparah kala AFC menunjuk wasit asal Asia Barat untuk memimpin pertandingan krusial antara Timnas Indonesia dan tuan rumah Arab Saudi tersebut.
Fenomena ini bukan sekadar luapan kekecewaan sesaat. Observasi mendalam dari berbagai pihak menunjukkan adanya pola keputusan AFC yang cenderung menguntungkan tim-tim dari kawasan Asia Barat, sebuah dugaan yang diperkuat oleh ketergantungan badan sepak bola Asia tersebut pada pendanaan dari Arab Saudi dan Qatar. Kondisi ini secara tidak langsung menciptakan ketidaksetaraan, di mana tim-tim dari Asia Timur dan Tenggara harus menghadapi tantangan logistik dan keputusan wasit yang memberatkan, seolah-olah kompetisi tidak berjalan dalam iklim yang setara bagi semua.
Kini, menurut laporan, banyak tim sepak bola yang mendukung rencana Jepang untuk memisahkan diri dari AFC dan membentuk federasi sepak bolanya sendiri. “Asosiasi Sepak Bola Jepang sedang bersiap untuk meninggalkan Konfederasi Sepak Bola Asia,” demikian 163.com menuturkan dalam laporannya. Media tersebut menambahkan, “JFA berencana untuk membentuk Konfederasi Sepak Bola Asia Timur yang baru.”
Menariknya, sejumlah negara seperti Australia, Uzbekistan, dan bahkan Irak, juga disebut-sebut ingin bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia Timur bersama China, Jepang, dan Korea Selatan. Aliansi baru ini berpotensi pula mengundang beberapa tim perwakilan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam, memperkuat barisan kompetisi regional.
Apabila federasi baru ini benar-benar terbentuk, lingkungan persaingan di dalamnya dipastikan akan sangat ketat dan sengit. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola China (CFA) kemungkinan besar akan berada dalam dilema besar jika banyak tim memisahkan diri dari AFC. “Jika AFC dipecah menjadi dua konfederasi, Asia Barat dan Asia Timur, jatah Piala Dunia untuk kawasan Asia kemungkinan akan terbagi dua,” jelas laporan tersebut.
Pada saat itu, CFA akan menghadapi posisi sulit dalam memutuskan apakah akan tetap berada di AFC atau memilih bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia Timur. Di AFC saat ini, mayoritas anggota diisi oleh tim-tim yang berasal dari Asia Barat. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia Timur, jika resmi dibentuk, akan dihuni oleh banyak tim kuat dengan kualitas dan potensi yang merata.
Secara historis, dunia sepak bola telah menyaksikan beberapa federasi nasional yang berpindah benua, seperti Israel yang beralih dari Asia ke Eropa atau Australia yang bergerak dari Oseania ke Asia. Namun, belum pernah terjadi sebelumnya bagi suatu negara untuk memisahkan diri dan membentuk federasi yang beroperasi serupa dengan federasi kontinental.






