Bukan Cuma AFC, CAF Ikutan Absurd di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bek Burkina Faso sampai Sentil FIFA

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Cuma AFC, CAF Ikutan Absurd di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bek Burkina Faso sampai Sentil FIFA

Bukan Cuma AFC, CAF Ikutan Absurd di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bek Burkina Faso sampai Sentil FIFA

Kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak hanya melahirkan drama heroik kelolosan, tetapi juga polemik yang menyertainya. Setelah Badan Sepak Bola Asia (AFC) menghadapi sorotan tajam, kini giliran Badan Sepak Bola Afrika (CAF) yang menuai kritik pedas. Keabsurdan dalam sistem kualifikasi ini bahkan memicu reaksi keras dari bek Tim Nasional Burkina Faso, Steeve Yago, usai timnya tersingkir secara mengejutkan dari perebutan slot play-off interkontinental oleh Nigeria.

Sebelumnya, kualifikasi di lingkup AFC sempat menjadi bahan perbincangan panas. AFC mengambil keputusan kontroversial dengan menunjuk Arab Saudi dan Qatar, yang notabene adalah kontestan, sebagai tuan rumah putaran keempat. Langkah tersebut disinyalir memberikan keuntungan signifikan bagi kedua negara, terutama dalam hal waktu istirahat. Mereka mendapatkan enam hari jeda pertandingan, berbanding tiga hari yang diterima lawan-lawannya. Sesuai dugaan banyak pihak, Arab Saudi dan Qatar pun akhirnya melaju otomatis ke Piala Dunia 2026, memicu pertanyaan tentang keadilan kompetisi.

Kini, gelombang keanehan serupa merambah Benua Afrika, namun dengan format pertandingan yang berbeda dan tak kalah mengundang kritik. CAF diketahui menyediakan sembilan slot langsung ke Piala Dunia 2026 ditambah satu jatah untuk play-off interkontinental. Untuk memperebutkan satu tempat di babak play-off antarbenua pada Maret 2026, empat tim peringkat kedua terbaik dari seluruh grup akan saling berhadapan dalam duel penentuan.

Baca Juga :  Arsenal & Barcelona Menggila! Hasil Liga Champions Bikin Heboh

Permasalahan utama muncul dalam penentuan empat tim runner-up terbaik ini. Awalnya, Demokratik Kongo, Gabon, Kamerun, dan Nigeria disebut-sebut sebagai empat tim yang berhak melangkah ke babak play-off tersebut. Namun, nasib Timnas Burkina Faso menjadi sorotan tajam dan memicu kontroversi. Tim berjuluk Les Étalons itu sempat merasakan euforia besar dan percaya diri melenggang ke play-off setelah berhasil mengalahkan Ethiopia 3-1 dalam laga pamungkas mereka.

Seluruh penggawa dan staf Burkina Faso larut dalam sorak-sorai bahagia usai pertandingan, yakin tiket play-off sudah di tangan. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi tangisan tragis tak lama berselang. Hasil pertandingan antara Nigeria dan Benin menjadi penyebabnya. Super Eagles berhasil mengamankan kemenangan telak 4-0 di laga terakhir mereka, sebuah hasil yang secara dramatis menggusur Burkina Faso dari daftar empat tim peringkat kedua terbaik yang melaju ke play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kendati perolehan poin Burkina Faso dan Nigeria sama-sama mengoleksi 15 poin dalam perhitungan runner-up terbaik, Burkina Faso harus menelan pil pahit karena kalah selisih gol. Kedua tim sama-sama mencetak 13 gol dari delapan pertandingan, namun pasukan Brama Traore kebobolan satu gol lebih banyak dibanding Nigeria, membuat selisih gol mereka menjadi +6, sementara Nigeria unggul dengan +7.

Baca Juga :  McLaren Juara Konstruktor Lagi, tapi Dihantui Ketegangan Antara Norris dan Piastri

Anehnya, jika menilik total poin di grup masing-masing setelah sepuluh pertandingan, situasinya justru terbalik dan semakin membingungkan. Burkina Faso, sebagai runner-up Grup A di bawah Mesir, sejatinya mengumpulkan 21 poin. Sementara itu, Nigeria, yang juga menyelesaikan sepuluh laga di Grup C, hanya mengantongi 17 poin. Disparitas inilah yang menjadi inti kritik keras dari bek Timnas Burkina Faso, Steeve Yago.

Bek berusia 32 tahun itu secara terbuka mengecam sistem yang diterapkan CAF, bahkan menyoroti FIFA atas kekecewaannya. Melalui media sosial pribadinya, Yago menumpahkan unek-uneknya dengan lugas. “Jujur saja, ini aneh: Anda menang dalam pertandingan melawan tim terlemah di grup Anda,” tulis Yago seperti dikutip Yahoo Sports. “Uniknya, Nigeria malah berada di atas Anda, meskipun mereka bahkan tidak mengalahkan Zimbabwe, tim terbawah di grup mereka.”

Yago melanjutkan kritikannya, menyinggung ironi bahwa mengalahkan tim juru kunci terasa “terlalu biasa” dalam sistem yang berlaku. “Terima kasih, CAF dan FIFA! Dengan karier saya yang akan berakhir, saya akan segera mempelajari sistem ini agar bisa mengkritik kalian dengan benar,” tegasnya, menunjukkan frustrasi mendalam terhadap kerumitan dan dugaan ketidakadilan aturan yang ada.

Baca Juga :  Pemain Timnas Dalang Pemecatan Shin Tae-yong? Andre Rosiade Ungkap!

Fenomena seperti ini, di mana hasil di lapangan seringkali dihadapkan pada interpretasi aturan yang kompleks atau bahkan inkonsisten, memunculkan pertanyaan mendasar tentang integritas dan transparansi dalam tata kelola sepak bola internasional. Bagi banyak penggemar dan pelaku olahraga, insiden ini bukan hanya sekadar kekalahan tim, melainkan juga sebuah pukulan terhadap semangat keadilan dan kesempatan yang sama, yang sejatinya harus menjadi pilar utama dalam setiap kompetisi.

Kegagalan Burkina Faso menembus babak play-off ini turut mengundang simpati dan reaksi keras dari Presiden Ibrahim Traore. Presiden Traore telah menyatakan kekecewaan dan kebingungannya terkait cara Nigeria berhasil lolos ke babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika mengungguli Burkina Faso. Laporan menyebutkan bahwa Presiden Traore bahkan secara khusus meminta penjelasan rinci mengenai proses kualifikasi yang membuat Burkina Faso, meskipun menampilkan performa kuat di akhir kampanye, harus tersingkir secara menyakitkan.

Berita Terkait

Como ke Eropa? Reaksi Mirwan Suwarso Ungkap Ambisi Klub!
Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA
Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth
Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!
Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!
Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?
Gladbach Akhiri Paceklik: Kevin Diks Bawa Kemenangan Telak!
UFC 321 Kontroversial: Reaksi Dana White Mengguncang Dunia MMA!

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 10:33 WIB

Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA

Senin, 3 November 2025 - 06:11 WIB

Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth

Senin, 3 November 2025 - 02:52 WIB

Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!

Minggu, 2 November 2025 - 20:11 WIB

Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!

Minggu, 2 November 2025 - 17:41 WIB

Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!