
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, atau yang akrab disapa Putri KW, harus mengakhiri perjalanannya di turnamen Denmark Open 2025. Ia takluk di babak 16 besar setelah dikalahkan wakil Jepang, Tomoka Miyazaki, dalam laga sengit yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark. Putri KW menyerah melalui pertarungan *rubber game* dengan skor 21-15, 12-21, 17-21, setelah berjuang selama 72 menit di lapangan.
Kekalahan dramatis ini memastikan Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putri untuk melaju ke babak perempat final turnamen bergengsi BWF Super 750 tersebut. Sejak awal gim pertama, Putri KW tampil melejit dengan mengamankan tiga angka beruntun, memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Miyazaki. Penempatan bola yang akurat menjadi kunci bagi unggulan ketujuh ini untuk unggul 4-0, membuat Miyazaki mati langkah.
Angka pertama bagi Miyazaki lahir dari *dropshot* mematikan yang gagal dibendung Putri KW. Meskipun demikian, Miyazaki terus mengumpulkan poin lewat upaya agresifnya yang berulang kali mengancam. Putri KW menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dan berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-9. Selepas jeda, Putri semakin percaya diri menggempur pertahanan pemain peringkat ke-10 dunia itu, meraih empat poin tambahan, sebagian besar berasal dari kesalahan yang dilakukan Miyazaki. Momentum gemilang Putri sempat terhenti ketika pukulan lurus di depan net Miyazaki tak mampu dibendungnya. Miyazaki pun sempat menghentikan pertandingan sejenak, mengeluhkan rasa sakit di kakinya. Namun, Putri KW kembali bangkit setelah laga dilanjutkan, menjauh dari kejaran Miyazaki dan merebut gim pertama 21-15.
Memasuki gim kedua, angin pertandingan berbalik arah. Putri KW justru banyak melakukan kesalahan sendiri, sebuah kondisi yang sangat menguntungkan Miyazaki. Pemain Jepang itu segera menghimpun rentetan poin beruntun, menutup interval gim kedua dengan keunggulan telak 11-5. Selepas jeda, Putri KW tetap kesulitan keluar dari tekanan Miyazaki, yang langsung melesat meraih dua angka beruntun. Tanpa kesulitan berarti, Miyazaki meredam seluruh perlawanan Putri KW, mengamankan gim kedua dengan skor 21-12 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentu.
Meskipun Putri KW menunjukkan performa gemilang di gim pertama, momentum pertandingan seringkali bergeser drastis dalam level kompetisi setinggi ini. Kebugaran fisik dan mental menjadi penentu krusial, terutama ketika lawan seperti Tomoka Miyazaki mampu melakukan penyesuaian strategi dan memanfaatkan setiap celah. Ini bukan sekadar kekalahan teknis, melainkan juga pertarungan mental di mana konsistensi di bawah tekanan adalah kunci untuk memenangkan laga krusial di babak-babak penting turnamen sebesar Denmark Open.
Pada gim ketiga, Putri KW membuka angka lebih dulu, berkat *challenge* yang dia ajukan berhasil. Kedua tunggal putri menampilkan perlawanan sengit, menjaga laju skor tetap ketat hingga interval. Setelah interval, Putri KW yang sempat unggul 11-10 berupaya menjaga momentumnya di tengah ancaman Miyazaki yang kian intens. Namun, kesalahan pengamatan, ditambah habisnya jatah *challenge*, membuat posisi Putri KW semakin tertekan di masa krusial. Ia tertinggal 14-18 dari Miyazaki, yang terlihat semakin menikmati permainan.
Pukulan yang kurang akurat dari Putri KW pada akhirnya membuat Miyazaki merebut gim ketiga dengan skor 21-17. Kemenangan ini secara otomatis mengantarkan Tomoka Miyazaki melaju ke babak perempat final, sekaligus mengakhiri harapan Indonesia di sektor tunggal putri.






