Bagnaia Frustrasi di MotoGP Australia: Bayang-Bayang Marquez?

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagnaia Frustrasi di MotoGP Australia: Bayang-Bayang Marquez?

Bagnaia Frustrasi di MotoGP Australia: Bayang-Bayang Marquez?

Pembalap andalan Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menyuarakan nada keputusasaan menjelang seri ke-19 MotoGP Australia 2025 yang akan berlangsung pada 17-19 Oktober di Sirkuit Phillip Island, Australia. Juara dunia dua kali itu mengindikasikan bahwa harapannya untuk meraih hasil positif di balapan kali ini sepenuhnya bergantung pada performa motor Ducati Desmosedici GP25 yang ditungganginya, menyusul pengalaman buruknya di GP Indonesia sebelumnya.

Kembalinya Francesco Bagnaia ke lintasan setelah mimpi buruk di GP Indonesia, di mana ia selalu berada di posisi belakang dan tertinggal jauh bahkan dari Somkiat Chantra, seorang rookie yang tampil kurang bersaing musim ini, memunculkan keraguan besar. Performa tersebut sangat sulit diterima, mengingat biasanya Bagnaia setidaknya masih mampu finis di grup tengah, bahkan dalam kondisi terburuknya. Kontrasnya, hanya sepekan sebelumnya, Bagnaia tampil luar biasa dengan rekor waktu lap dan dominasi penuh di balapan Sprint serta Grand Prix Jepang.

Menanggapi ketidakpastian tersebut, Bagnaia sudah “angkat tangan” dan menuturkan bahwa hasil akhir pekannya di Phillip Island akan sangat ditentukan oleh “kuda besinya.” Kalimat ini menggemakan pengalamannya di GP Indonesia, seolah-olah ia hanya menjadi “penumpang motor,” alih-alih mengendalikan sepenuhnya.

Baca Juga :  Ranking FIFA Anjlok: Indonesia Diovertake Malaysia, Apa Dampaknya?

“Menurut saya, ekspektasinya akan tergantung dengan feeling yang saya rasakan di atas motornya,” ucap Bagnaia pada Kamis (16/10/2025), seperti dilansir dari GPone.com, menjelang MotoGP Australia. Ia menjelaskan, “Kalau feeling-nya seperti di Motegi (GP Jepang), saya bisa bersaing untuk podium atau kemenangan.” Namun, jika sensasinya mirip seperti di Mandalika, ia mengimbuhkan dengan pasrah, “Itu akan menjadi akhir pekan yang sulit dan tujuannya adalah finis.” Pernyataan yang hanya berharap finis ini jelas menunjukkan hilangnya semangat juang dalam diri Bagnaia.

Situasi ini menyoroti kompleksitas adaptasi pembalap dengan tunggangannya di MotoGP modern. Ketika seorang juara bertahan seperti Bagnaia merasa “hanya menumpang motor,” ini bukan sekadar keluhan personal, melainkan indikasi mendalam tentang bagaimana setelan motor dapat menjadi penentu utama antara kemenangan dan perjuangan untuk finis. Kondisi psikologis yang rapuh, seperti yang terlihat pada Marc Marquez sebelum keputusannya berpisah dari Honda, menjadi cerminan nyata tekanan yang dialami pembalap ketika motor tidak lagi merespons keinginan mereka, bahkan di tengah dominasi rekan atau rival di lintasan.

Kondisi mental Bagnaia, bila berkaca dari ucapannya, memiliki kemiripan dengan rekan setimnya, Marc Marquez, menjelang keputusan besar Marquez untuk keluar dari Honda pada tahun 2023. Setelah kepercayaan dirinya terpukul karena tak mampu bersaing di GP Jerman, sebuah balapan yang hampir selalu ia menangkan, Marquez menunjukkan gelagat menyerah. Ia mengambil langkah tersebut setelah mengerahkan segala daya upaya, mulai dari membuntuti lawan untuk menumpang angin (tow) hingga mengambil risiko terjatuh berulang kali. Saking kerasnya Marquez mencoba, ia bahkan tidak pernah finis di balapan utama dalam sembilan seri pertama, kerap absen atau terjatuh, dengan GP Jerman sendiri merupakan seri kedelapan musim 2023.

Baca Juga :  Arsya Hermansyah Sabet Emas Taekwondo: Bukti Bibit Unggul Indonesia!

“Di kualifikasi 1, saya hanya akan mencoba untuk sedikit mendorong agar tidak start dari baris belakang,” tutur Marquez di sela-sela gelaran seri kesembilan GP Belanda kala itu, dikutip dari Crash. Ia melanjutkan, “Saya akan mencoba untuk start dari baris kedua dari belakang mungkin, atau ketiga dari belakang, dan menyelesaikan akhir pekan.” Langkah tersebut akhirnya berujung pada keputusan Marquez meninggalkan Honda, padahal kontraknya masih menyisakan satu musim.

Bagnaia sendiri santer diterpa isu serupa, tetapi dengan perbedaan signifikan. Tidak akan ada perubahan tim untuk tahun depan lantaran semua kursi telah terisi, dan masa baktinya di Borgo Panigale masih berlanjut hingga tahun 2026 sesuai kesepakatan awal. Pembalap asal Chivasso itu mengakui bahwa periode sangat sulit seperti musim ini belum pernah ia alami, setidaknya sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Baca Juga :  Banding Malaysia Gagal? AFC Siapkan 3 Hukuman, Timnas Indonesia Terimbas!

Mengenai problem cengkeraman (grip) bagian belakang yang terlalu kuat, sehingga mengurangi cengkeraman depan motornya, Bagnaia menunjuk kejadian yang sama pada tahun 2023. Namun, sensasi dengan motor tetap terasa berbeda kali ini. Ia juga menegaskan bahwa sorotan besar terhadap Marc Marquez yang tampil digdaya dan bahkan mengunci gelar juara MotoGP musim ini bukanlah masalah baginya.

“Saya pikir di Motegi semua orang fokus terhadap Marc untuk (memastikan) gelar juara dan saya menang di kedua balapannya,” jelas Bagnaia. Ia menegaskan, “Saya pikir bukan itu masalahnya, tetapi bagaimana motornya bekerja.” Bagnaia lantas menyimpulkan, “Motor yang sama bekerja dengan sangat baik di Motegi dan tidak pada akhir pekan berikutnya di Indonesia. Itulah sesuatu yang perlu kami pahami.” Dengan segala ketidakpastian ini, Bagnaia hanya bisa berharap motornya akan “berperilaku” sesuai harapannya saat balapan MotoGP Australia 2025 digelar.

Berita Terkait

Como ke Eropa? Reaksi Mirwan Suwarso Ungkap Ambisi Klub!
Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA
Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth
Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!
Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!
Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?
Gladbach Akhiri Paceklik: Kevin Diks Bawa Kemenangan Telak!
UFC 321 Kontroversial: Reaksi Dana White Mengguncang Dunia MMA!

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 10:33 WIB

Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA

Senin, 3 November 2025 - 06:11 WIB

Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth

Senin, 3 November 2025 - 02:52 WIB

Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!

Minggu, 2 November 2025 - 20:11 WIB

Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!

Minggu, 2 November 2025 - 17:41 WIB

Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!