Kebiasaan mencuci handuk bersamaan dengan pakaian lain ternyata bisa berakibat fatal bagi kebersihan dan daya tahan kain. Selain membuat serat cepat rusak, tindakan ini juga meningkatkan risiko penyebaran bakteri di rumah.
Sebuah penelitian dari University of Arizona mengungkapkan bahwa 89 persen handuk mengandung bakteri coliform, dan 25,6 persennya memiliki E. coli. Penyebab utamanya adalah kebiasaan mencuci handuk dengan suhu rendah atau mencampurnya dengan jenis kain lain. Kondisi lembap yang tertinggal setelah dicuci membuat bakteri bertahan hidup dan berkembang biak.
Para ahli tekstil menyarankan agar handuk dicuci secara terpisah dari jenis kain tertentu berikut ini:
1. Kain Tipis dan Lembut
Handuk memiliki serat tebal dan permukaan kasar yang mudah menggesek kain halus seperti sutra, renda, atau bahan chiffon. Akibatnya, kain bisa robek, berbulu, atau kehilangan kilau alaminya.
Ahli tekstil dari Universitas Sharjah, Dr. Lina Younes, menegaskan pentingnya memisahkan handuk dari bahan lembut untuk menjaga ketahanan kain. “Cuci kain tipis secara terpisah dalam mode lembut agar serat tidak rusak,” ujarnya.
2. Pakaian Olahraga (Gym Wear)
Pakaian olahraga umumnya terbuat dari bahan elastis dan menyerap keringat. Bila dicuci bersama handuk, serat halusnya bisa tertempel serabut kapas dari handuk, mengurangi daya serap dan elastisitas kain.
Selain itu, suhu air yang dibutuhkan untuk mencuci handuk (biasanya tinggi untuk membunuh bakteri) dapat merusak struktur bahan elastis pakaian gym. Karena itu, disarankan mencuci keduanya secara terpisah agar handuk tetap steril dan pakaian olahraga tetap lentur.
3. Pakaian dengan Ritsleting dan Aksesori Logam
Baju dengan ritsleting, kancing logam, atau hiasan keras bisa menggores serat handuk hingga robek. Getaran dalam mesin cuci memperburuk gesekan tersebut, membuat handuk cepat berlubang dan mesin pun mudah rusak.
Begitu juga dengan pakaian berhias manik-manik, payet, atau bordir, sebaiknya tidak dicuci bersama handuk karena permukaan kasar handuk bisa merusak detail halus dekorasi.
4. Kain Wol dan Rajut
Wol memiliki tekstur lembut dan mudah menyusut jika terkena suhu tinggi. Ketika dicampur dengan handuk yang tebal, gesekan dan perbedaan suhu membuat wol menggumpal dan berubah bentuk.
Organisasi Woolmark menyarankan mencuci wol dengan air dingin dan putaran lembut, agar tetap halus dan tidak kehilangan bentuk aslinya.
5. Pakaian Berwarna Terang dan Baru
Handuk berwarna pekat atau baru biasanya masih menyimpan sisa pewarna kain yang mudah luntur pada pencucian pertama. Jika dicuci bersamaan dengan pakaian berwarna terang, maka warna bisa menempel dan menodai kain lain.
Solusinya, pisahkan handuk baru dan cuci beberapa kali secara terpisah sebelum digunakan bersama cucian lain.
Mencuci handuk dengan benar bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga perawatan kain jangka panjang. Gunakan air panas, deterjen antibakteri, dan pengering berputaran tinggi, lalu pastikan handuk benar-benar kering sebelum disimpan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bau lembap.






