
Para penggemar Borussia Moenchengladbach di Jerman meluapkan kekesalan mendalam setelah tim kesayangan mereka menelan kekalahan 0-3 dari Bayern Muenchen pada pekan kedelapan Bundesliga 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di markas Die Fohlen, Borussia Park, pada Sabtu (25/10/2025), bukan hanya menyisakan hasil mengecewakan, tetapi juga menyulut amarah pendukung terkait insiden penalti pada menit ke-73 yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Kiprah Borussia Moenchengladbach di musim 2025-2026 memang belum menunjukkan performa menjanjikan. Kekalahan dari Muenchen menjadi pukulan telak yang memperpanjang rentetan hasil buruk mereka. Namun, bukan semata-mata hasil pertandingan yang menjadi pemicu utama kemarahan para penggemar setia klub tersebut. Ada momen krusial yang dianggap sebagai pemicu utama kekecewaan mereka.
Momen tersebut terjadi ketika Kevin Stoeger mengambil alih jatah eksekusi penalti yang seharusnya menjadi milik Kevin Diks. Kejadian ini sontak membikin sejumlah suporter lokal Gladbach geram. Mereka meyakini bahwa Diks adalah sosok yang paling pantas maju sebagai algojo, mengingat penalti tersebut berasal dari pelanggaran yang diterimanya di dalam kotak terlarang oleh Tom Bischof.
Kekecewaan Fans Memuncak: Kevin Diks Tak Ambil Penalti, Gladbach Ditekuk Bayern Muenchen
Bek Timnas Indonesia itu dijatuhkan secara jelas, menciptakan peluang emas bagi Gladbach untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, entah berdasarkan kesepakatan tim atau keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya, Stoeger yang berusia 32 tahun maju untuk melakukan tendangan dari titik putih. Sayangnya, upaya Stoeger berakhir sia-sia; sepakannya membentur tiang gawang, membuat Borussia Moenchengladbach gagal menorehkan angka dan memperkecil ketertinggalan.
Pada saat insiden penalti itu terjadi, papan skor menunjukkan Gladbach telah tertinggal 0-2, menyusul gol-gol dari Joshua Kimmich pada menit ke-64 dan Raphael Guerreiro di menit ke-69. Tak lama berselang, Lennart Karl memastikan kemenangan Bayern Muenchen dengan golnya di menit ke-81. Andai Kevin Diks yang mengambil penalti, hasil pertandingan mungkin saja bisa berbeda. Pemain berusia 29 tahun itu memang dikenal sebagai penendang penalti yang andal. Dari 17 kesempatan penalti sepanjang karier profesionalnya, 15 di antaranya berhasil ia konversi menjadi gol, menunjukkan akurasi dan ketenangannya di bawah tekanan.
Dalam situasi tim yang terpuruk di dasar klasemen, setiap keputusan krusial di lapangan akan disorot tajam. Kegagalan mengeksekusi penalti, apalagi oleh pemain yang bukan merupakan opsi utama sementara ada spesialis di lapangan, bisa menjadi cerminan dari tekanan yang memuncak atau bahkan miskomunikasi taktik. Momen ini bukan sekadar kehilangan satu gol, melainkan hilangnya momentum psikologis yang sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat tim dan kepercayaan diri penggemar yang kian luntur.
Kegagalan Kevin Diks menjadi eksekutor penalti semakin memicu kemarahan penggemar Gladbach, yang kemudian melampiaskan kekecewaan mereka di media sosial X. Berbagai komentar bernada protes membanjiri lini masa, menyasar Stoeger secara langsung. “Setelah wawancara dengan Fohlenpodcast, dia tampaknya begitu egois sehingga dia tidak memberikan penalti kepada penembak yang jauh lebih andal, yaitu Diks,” tulis akun @CarstenStein2. Akun @SchulteKev menambahkan, “Serius, Stoeger selalu merugikan dirinya sendiri dengan segala upayanya. Kenapa Kevin Diks tidak menembak, saya tidak habis pikir.” Sementara itu, akun @bmg_edits dengan singkat menyatakan, “Tolong biarkan Kevin Diks menembak.”
Terlepas dari kontroversi penalti ini, kekalahan tersebut semakin menenggelamkan Borussia Moenchengladbach di dasar klasemen Bundesliga. Tim asuhan Eugen Polanski hanya mampu mengumpulkan 3 poin dari delapan pertandingan yang telah dilakoni. Raihan poin minim tersebut seluruhnya berasal dari tiga hasil imbang, tanpa sekalipun memetik kemenangan.






