Video game biasanya menawarkan hiburan, kenyamanan, atau setidaknya pengalaman menyenangkan. Namun Baby Steps hadir dengan filosofi yang berbeda: sebuah simulator berjalan yang sengaja dibuat untuk menyiksa pemain. Setiap langkah adalah perjuangan, setiap gerakan bisa berakhir dengan jatuh, tetapi entah bagaimana justru hal inilah yang membuatnya begitu menantang dan sulit dilepaskan.
Dikembangkan oleh Benett Foddy, kreator Getting Over It, bersama tim desainer lain, Baby Steps memaksa pemain mengendalikan setiap kaki karakter utama, Nathan. Ia adalah pria berusia 35 tahun yang digambarkan pemalas, antisosial, dan hidup tanpa arah, hingga tiba-tiba harus mendaki gunung besar tanpa alas kaki, hanya mengenakan piyama lusuh. Sejak momen itulah penderitaan sekaligus petualangan dimulai.
Gameplay: Sistem Fisika yang Menyiksa
Pemain harus menggerakkan kaki kanan dan kiri Nathan satu per satu dengan kombinasi tombol pemicu dan stik analog. Tekanan yang terlalu ringan membuatnya tersandung, terlalu kuat bisa membuatnya jatuh. Hasilnya, dua langkah kecil saja terasa seperti pencapaian luar biasa.
Namun di balik frustrasi, sistem fisika permainan ini sangat akurat. Semakin lama bermain, pemain akan mulai memahami ritme dan menemukan cara menyesuaikan setiap langkah dengan rintangan. Meskipun begitu, lingkungan permainan dipenuhi jebakan: lereng licin, batu curam, jembatan rapuh, hingga sungai deras. Nathan hampir selalu terjerembab, membuat perjalanan terasa mustahil tapi sekaligus memikat.
Karakter dan Humor Aneh
Nathan adalah karakter yang menyebalkan, pemalas, dan canggung. Ia mengeluh, berteriak, dan sering terseret rasa malu dalam interaksi sosial yang absurd. Meski demikian, justru sifat ini membuat pemain bersimpati. Setelah beberapa menit, banyak yang akan ingin menemaninya hingga ke puncak, bukan karena ingin menang, tapi karena penasaran dengan nasibnya.
Dialog permainan penuh humor aneh, delusional, dan tidak nyaman, namun di situlah letak kejeniusan Baby Steps. Pertemuan dengan karakter-karakter absurd seperti pria kambing atau pria kuda menambah sensasi surealis. Alih-alih membuat bosan, interaksi ini justru mengundang tawa di tengah penderitaan mekanik gameplay.
Eksplorasi dan Kejutan Tersembunyi
Meski jalannya linear, Baby Steps menyimpan banyak kejutan. Ada jalur alternatif yang lebih berbahaya tapi bisa mengarah ke lokasi rahasia. Salah satu contoh unik adalah ketika pemain terseret sungai dan berakhir di sebuah lapangan sepak bola tersembunyi. Di sana, tugas baru muncul: mencoba mencetak gol menggunakan gerakan kikuk Nathan, sebuah tantangan kecil yang kocak namun tetap menegangkan.
Permainan mengizinkan pemain memilih jalannya: rute panjang tapi “aman”, atau jalan pintas penuh risiko. Keduanya sama-sama menyakitkan, tetapi setiap pilihan memberi pengalaman berbeda, membuat rasa penasaran terus mendorong pemain untuk melanjutkan.
Secara visual, grafis Baby Steps tidak istimewa, bahkan cenderung kasar. Namun hal ini justru mendukung nuansa absurd dan humor satir yang ditawarkan. Musiknya ringan dan lucu, sementara suara karakter yang seolah diisi oleh satu orang membuat percakapan semakin konyol.
Baby Steps jelas bukan permainan untuk semua orang. Mekaniknya bisa membuat frustrasi, penuh kegagalan, dan terkadang terasa tidak adil. Tetapi bagi mereka yang mencari pengalaman unik, penuh humor gelap, dan kesulitan yang anehnya adiktif, game ini bisa menjadi salah satu judul paling segar tahun ini.
Skor: 85/100
Kelebihan:
-
Dunia penuh kejutan dan jalur alternatif
-
Karakter absurd dengan humor segar
-
Mekanik unik yang memadukan frustrasi dan kepuasan
Kekurangan:
-
Terlalu menyiksa bagi sebagian pemain
-
Beberapa bagian terasa tidak adil
Platform: PlayStation 5






